Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]


Enam setengah bulan banyak waktu untuk sebuah perubahan. Jadi biarpun kita berbicara tentang performa pemain.

Ketujuh pemain di bawah ini mengalami perubahan nasib dengan prestasi masing-masing. Sesuatu berubah dari yang baik menjadi buruk dan sebaliknya. Siapa pemain ini?

7. James Rodriguez



Selama musim 2016/17, Real Madrid akan bisa mendedikasikan dua trofi Liga Champions berturut-turut dan mengakhiri penantian gelar La Liga untuk para penggemar. Tapi pada saat bersamaan, perasaan James jadi bingung.

Gelandang Kolombia jarang bermain di bawah Zinedine Zidane dan hanya membuat satu pilihan untuk politik rotasi Madrid. James juga dipinjamkan ke Bayern Munich pada musim panas 2017.

Di sana ia menemukan sukacitanya kembali, terutama saat Jupp Heynckes datang ke manajemen Bayern. Meski memiliki tiga gol dan lima assist dari total 20 pertandingan dengan Bayern, James telah banyak bermain. Dia juga bisa berharap banyak bermain sehingga dia bisa bermain untuk Piala Dunia 2018 FIFA untuk tim nasional Kolombia.

6. Nicolas Otamendi


Dua musim untuk Manchester City, sejak transfernya dari Valencia pada 2015, Otamendi tidak pernah tampil bagus. Sepertinya sulit beradaptasi dengan budaya sepak bola Inggris.

Tapi dengan Pep Guardiola, Otamendi sudah membaik musim ini. Dia selalu menjadi andalan di jantung pertahanan Man City, meski duetnya pergi dari John Stones, Vincent Kompany, ke Eliaquim Mangala. Otamendi tidak hanya sulit bertahan, ia juga bisa diandalkan untuk gol dalam situasi bola mati.

5. Sebastian Rudy



Di awal musim panas Bayern merekrut dua pemain dari Hoffenheim. Mereka adalah Niklas Sule dan Sebastian Rudy. Antara keduanya hanya Sule yang merupakan pemain utama di tulang punggung Bayern.

Sementara Rudy bermain hanya 12 kali di Bundesliga dan bermain kurang dan kurang di bawah arahan Heynckes. Heynckes bukan pelatih yang membawanya ke Bayern, tapi Carlo Ancelotti. Rudy juga kalah dari sesama gelandang Bayern seperti Arturo Vidal, Corentin Tolisso dan Thiago Alcantara.

Situasi ini berubah 180 derajat dibanding musim 2016/17, saat Rudy Hoffenheim berakhir di Liga Champions. Ironisnya, Rudy juga menjadi tokoh kunci di timnas Jerman yang memenangkan Piala Konfederasi 2017.

4. Javier Hernandez


Selama pertandingan untuk Bayer Leverkusen, hingga musim lalu musim 2016/17, Chicharito alias Javier Hernandez selalu menjadi pencetak gol bagi tim. Namun, sejak ia memilih West Ham United di awal musim, penampilannya telah menurun.

Keputusannya untuk kembali ke Inggris ternyata tidak benar. Hernandez tidak begitu antusias seperti dalam membela Manchester United. Dia telah mencetak empat gol di 17 laga Premier League musim ini.

3. Cristiano Ronaldo


Ketika saya melihat pencapaian pemenang Ballon d'Or 2017, saya suka melihat perbandingan bumi dan langit. Dibandingkan dengan keganasannya yang diucapkan dan musim lalu, atau sekitar enam bulan lalu, performa Ronaldo telah turun drastis musim ini.

Ronaldo baru telah mencetak empat gol di liga dan nomor empat juga mencerminkan posisi Real saat ini, yang jauh tertinggal dari Barcelona di puncak klasemen. Nasib Ronaldo juga telah bergeser dari pemenang Ballon d'Or menjadi seorang tahanan yang era ketenarannya telah berakhir.


2. Thomas Vermaelen


Pemain ini "akrab" dengan cedera. Karena cedera yang berulang, Vermaelen selalu gagal bermain dengan baik dan bermain secara teratur. Juga di musim 2016/17 ia bermain hanya sembilan kali saat dipinjamkan ke AS Roma

Keberuntungannya, bagaimanapun, berubah saat ia bermain di bawah arahan Ernesto Valverde. Vermaelen menjadi pemain reguler di Gerard Pique dan mantan pemain Arsenal tersebut juga berhasil menarik Javier Mascherano dari bangku cadangan.

1. Simone Zaza


Dalam enam bulan terakhir, Zaza telah menjadi pemain bintang di Valencia oleh pemain West Ham flop. Musim lalu, sejak Januari 2017, Zaza baru telah melihat kualitasnya di Valencia.

Namun musim ini, striker Italia tersebut telah menjadi pencetak gol terbanyak Valencia, yang menjadi kuda hitam Primera División musim ini. Dari total 16 penampilan di Primera División Zaza mencetak 10 gol.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]