Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan

Pada 2018, bursa transfer musim dingin Alexis Sanchez (Arsenal) dan Henrikh Mkhitaryan (Manchester United) secara resmi diperdagangkan.

Dengan penampilan transfer seperti itu, nampaknya kedua belah pihak juga diuntungkan, keduanya melihat sosok pemain bintang.

Padahal, masalah pertukaran pemain sudah sering terjadi di dunia sepak bola. Beberapa berhasil, tapi beberapa gagal dengan klub barunya.

Oleh karena itu, berikut adalah enam pertukaran pemain yang paling berkesan selama beberapa tahun.

7. Michael Owen dan Antonio Nunez (Real Madrid-Liverpool)


Pada tahun 2004, Real Madrid ingin mendapatkan Michael Owen dari Liverpool. Florentino Perez bermain bagus dengan The Reds dan memenangkan Golden Ball pada tahun 2001. Dia ingin menjadikan Owen sebagai tim Los Galaticos.

Untuk menyederhanakan kasus tersebut, Madrid Antonio Nunez berkesempatan membawa Owen dari Liverpool dengan mahar sebesar 8 juta poundsterling.

Setelah sukses mengubah pemain Madrid Owen hanya bermain satu musim di Santiago Bernabeu. Dia mencetak 13 gol dalam 36 pertandingan.

Mantra yang sama dari Nunez, juga bertahan hanya satu musim di Anfield Stadium, mencetak hanya satu gol dari 27 game dilakoninya.


6. William Gallas dan Ashley Cole (Arsenal-Chelsea)


Di musim 2006/07 datang kabar mengejutkan dari Premier League. Chelsea dan Arsenal memang Sekota saingannya, tapi itu membuat Ashley Cole, yang adalah seorang pria bersenjata, tidak senang bermain di blues.

Bahkan dalam kesepakatan transfer Cole, Wenger dan Mourinho telah sepakat untuk perdagangan Cole dengan Gallas plus lima juta pound.

Jarak antara keduanya kemudian dianggap setara. Cole di jersey Chelsea memang bisa dianggap sukses karena ia telah berhasil menjuarai banyak gelar seperti Liga Champions, Liga Europa, Premier League, Piala FA.

Bagi Gallas ia bermain hingga 143 pertandingan dan mencetak 17 gol dan assist.


5. Ricardo Quaresma dan Deco (Porto-Barcelona)


Setelah memenangi Liga Champions bersama FC Porto pada musim 2003/04 Deco, yang telah mengimpikan Chelsea, memutuskan untuk pergi dengan mahar sebesar 16 juta euro ke Barcelona.

Namun dalam transmisi Deco, nama Ricardo Quaresma di bagian proses mewujudkan transfer dari Deco ke Barca. Porto juga harus mengeluarkan 6 juta euro untuk membawa Quaresma.

Saat ini, Quaresma masih aktif sebagai pemain sepak bola, kini ia bermain dengan klub Turki Besikstas. Dia pensiun pada 2013 saat Deco.


4. Francesco Coco dan Clarence Seedorf (Inter Milan-AC Milan)


Pada tahun 2002, AC Milan mencoba untuk mendapatkan bintang Belanda Clarence Seedorf. Untuk mendapatkan Seedorf dari Inter Milan, klub tersebut telah melakukan segalanya.

Pada akhirnya, Rossoneri Francesco Coco menawarkan diri untuk menjadi bagian dari transfer Seedorf. Sayangnya, setelah resmi Inter in Uniform, Coco sering mengalami cedera berkepanjangan dan tidak bermain dengan baik.

Sementara Seedorf bersama Milan bisa memenangi dua Liga Champions, dua Serie A dan satu Coppa Italia.


3. Nemanja Matic dan David Luiz (Benfica-Chelsea)


2011 datang Nemanja Matic, yang belum mendapatkan tempatnya di lini tengah Chelsea, dengan mas kawin 25 juta euro resmi Benfica. Harga transfer tersebut merupakan bagian dari kesepakatan transfer David Luiz dengan Chelsea.

Kedua pemain ini sempat di musim 2016/17 akhirnya bermain bersama dalam blues. Saat itu, Luiz membeli Chelsea setelah bermain dengan Paris Saint-Germain.


2. Samuel Eto'o dan Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan-Barcelona)


Mungkin pertukaran pemain antara Samuel Eto'o dan Zlatan Ibrahimovic adalah pertukaran terbaik dalam dekade terakhir.

Tidak banyak yang harus dipertimbangkan jika Eto'o, yang membantu Barcelona untuk merebut ketinggian musim sebelumnya, malah dilepas oleh Pep Guardiola untuk mempercepat transfer dari Ibra ke Barca, yang harga transfernya mencapai 69,50 juta euro.

Inter, yang juga harus menghabiskan € 20 juta untuk Eto'o, nampaknya mendapat keuntungan darinya. Karena musim pertamanya di Inter, ia berhasil membantu Nerazzurri di musim 2009/10 untuk mencapai Trebles (Liga Champions, Serie A, Coppa Italia).

Sementara Ibra, meski ia telah memenangkan liga di musim pertamanya, tidak bisa bertahan lama di Camp Nou, ia hanya bisa bermain satu musim di Barca. Dia juga meninggalkan AC Milan setelah bentrok dengan pelatih Barca Pep Guardiola saat itu.


1. Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan (Arsenal-Manchester United)


Perubahan pemain terbaru tentu saja antara striker Arsenal Alexis Sanchez dan playmaker Manchester United Henrikh Mkhitaryan. Transfer itu sendiri tentu mengejutkan karena Alexis telah dikaitkan erat dengan kepindahan ke Manchester City sejak musim panas 2017.

Keputusan akhir, bagaimanapun, mengatakan sebaliknya. Pada bulan Januari 2018, pemain Chili menerima usul Setan Merah, sementara Mkhitaryan agak "dikorbankan" untuk menjadi mantan agen transfer pemain Barcelona.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]